diposkan pada : 20-12-2025 08:17:40

Tiga desa di Kabupaten Aceh Utara lenyap setelah Banjir Bandang pada akhir November lalu. Sungai yang tadinya hanya selebar 100 m kini sudah berubah menjadi sekitar 300 m setelah Banjir Bandang menyapu permukiman dan lahan pertanian. Bagaimana kondisinya dan bagaimana juga penasib para penduduk di sana saat ini? Berikut penelusuran jurnalis Metro TV, Iqbal Himawan.

Tiga desa tersebut berada di Kecamatan Sawang, Aceh Utara yang lenyap diterjang Banjir Badang pada 26 November lalu. Salah satunya adalah Dusun Lhok Pungki di Desa Gunci. Warga panik menyaksikan luapan air bah yang tiba-tiba naik ke permukiman mereka secara terus menerus. Sebelum banjir bandang melanda, lebar sungai di lokasi ini sekitar 100 m², Namun setelah banjir bandang, luasnya mencapai 5 kali lebar lapangan sepak bola.

Satu-satunya cara untuk menyeberang adalah seperti yang terlihat bahwa kita harus menggunakan rakit. Rakit ini adalah kayu yang disusun, kemudian dibawah ada tong dari plastik yang kemudian dibentuk sedemikian rupa untuk menjadi rakit. Dan tentunya membutuhkan bantuan warga yang ada disini untuk mengendalikan laju dari rakit ini.

Ada dua tambang disini untuk memastikan bahwa rakit ini melaju ke tempat tujuan. Saat ini arus sungai tidak terlalu deras. Tetapi pada saat arus deras tentu bisa membahayakan mereka yang naik di rakit ini. Dan ini adalah satu-satunya cara baik bagi warga untuk berpindah tempat menuju ke Desa seberang dan juga untuk mendistribusikan bantuan.

Rakit menjadi pilihan utama warga karena lebih dekat menghubungkan dua desa di Kecamatan Sawang. Jalur alternatif lain harus memutar di wilayah Kabupaten Biren. Untuk mencapai dusun Lhok Pungki, perjalanan dilanjutkan menggunakan sepeda motor. Jarak tempuhnya sekitar 15 km atau 20 menit perjalanan.

Metro TV juga menyambangi pengungsian warga dusun Lhok Pungki di Desa Gunci. 290 jiwa menempati lokasi ini setelah permukiman mereka diterjang banjir.

Sudah lebih dari 14 hari para pengungsi tinggal berdesakan. Kabar baiknya ada seorang bidan yang rela tinggal di posko pengungsian di Desa Gunci untuk merawat mereka yang sedang sakit.

Mari kita terus kuatkan doa dan dukungan solidaritas bagi saudara-saudara kita yang menjadi korban dan semoga penanganan bencana ini semakin lancar dan cepat.

Cek video lengkapnya  KLIK DISINI