Keteguhan iman seorang ulama zuhud kembali menjadi pelajaran berharga dalam sejarah Islam. Fudzail bin Iyadz dengan tegas menolak bahkan membuang harta pemberian dari Khalifah Harun ar-Rasyid, demi menjaga kemurnian nasihat dan kebebasan hati dari godaan dunia.
Penolakan ulama zuhud terhadap harta pemberian penguasa ini menegaskan bahwa nasihatnya kepada penguasa tak boleh ternodai oleh dunia. Dikisahkan Fariduddin Attar dalam kitab Tadzkiratul Auliya pada abad ke-12, setelah Khalifah Harun ar-Rasyid mendapat nasihat dari seorang ulama zuhud bernama Fudzail bin Iyadz, Khalifah Harun menangis pilu dan hampir pingsan.
Kemudian Khalifah Harun ar-Rasyid bertanya kepada Fudzail, "Apakah engkau memiliki utang yang belum terlunasi?” Fudzail menjawab, "Iya, utang ketaatan kepada Allah SWT. Seandainya Dia menuntut pelunasannya dariku, celakalah aku."
Khalifah Harun ar-Rasyid berkata, “Yang aku maksud adalah utang kepada manusia, wahai Fudzail." Fudzail menjawab, "Aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah mengaruniakan kepadaku kecukupan, sehingga tidak ada keluh kesah yang perlu kusampaikan kepada hamba-hamba-Nya."
Kemudian Khalifah Harun ar-Rasyid meletakkan sebuah kantong berisi 1.000 Dinar di hadapan Fudzail. Khalifah Harun berkata kepada Fudzail, "Ini adalah harta halal yang diwariskan oleh ibuku." Namun hal yang tak terduga terjadi, Fudzail menegur Khalifah Harun ar-Rasyid dengan tegas.
Fudzail berkata, "Wahai Pemimpin kaum Muslimin, nasihat yang kusampaikan kepadamu ternyata tidak berbekas. Engkau bahkan telah kembali melakukan kesalahan dan mengulangi kezaliman."
Khalifah Harun ar-Rasyid bertanya dengan heran, "Kesalahan apakah yang telah kulakukan?"
Fudzail menjawab, “Aku menyerumu menuju jalan keselamatan, tetapi engkau justru menjerumuskanku ke dalam godaan. Bukankah itu sebuah kesalahan? Telah kukatakan kepadamu, kembalikanlah segala sesuatu yang ada padamu kepada pemiliknya yang berhak. Namun engkau memberikannya kepada orang yang tidak pantas menerimanya. Percuma aku berkata-kata.”
Setelah berkata demikian, Fudzail berdiri dan melemparkan uang emas 1.000 Dirham itu ke luar. Khalifah Harun ar-Rasyid yang melihat itu berkata, “Benar-benar manusia yang agung. Sesungguhnya Fudzail adalah raja bagi umat manusia. Ia sangat tegas dan dunia ini terlampau kecil dalam pandangannya."
Selanjutnya Khalifah Harun ar-Rasyid meninggalkan rumah Fudzail.
Fudzail ulama zuhud Bernama lengkap Abu Ali al-Fudzail bin Iyaz al-Talaqani, lahir di Khurasan. Fudzail pergi ke Kufah kemudian ke Makkah dan menetap beberapa tahun lamanya hingga wafatnya pada tahun 187 H/803 M.