
Dalam rapat tersebut, Pimpinan Badan Pelaksana dan Dewan Pengawas BPKH mendengarkan masukan dan diskusi bersama lembaga dan kementerian terkait. Mereka membahas berbagai tantangan dan solusi dalam penyelenggaraan ibadah haji, termasuk solusi menurunkan masa durasi tinggal agar lebih efisien, rasional dengan layanan yang meningkat sesuai amanah UU No. 34/2014.
Anggota Bidang Investasi Surat Berharga dan Emas, serta Analisis Portofolio BPKH, Indra Gunawan mengatakan, faktor utama yang membuat durasi jamaah haji Indonesia di Tanah Suci begitu lama hingga 40 hari adalah panjangnya waktu tunggu keberangkatan dan kepulangan karena terbatasnya infrastruktur di bandara Jeddah dan Madinah.
“Selain itu, tantangan lain juga muncul akibat aksesibilitas lebih dari 17 ribu pulau dan 75 ribu desa di Indonesia, serta 719 bahasa yang berbeda serta tingginya jumlah jemaah yang tidak memiliki akses keuangan memadai,” ujar Indra dalam keterangannya di Jakarta, Ahad (19/1/2025)
Belum lagi jika dilihat dari usianya, kata dia, mayoritas jamaah haji Indonesia saat ini Lansia di atas 60 tahun, dengan sebagian besar memiliki risiko tinggi (risti) kesehatan.
Anggota Dewan Pengawas BPKH, Heru Muara Sidik mengatakan, untuk mengatasi masalah ini tercetus ide mengembangkan lahan Kampung Haji Indonesia dan bandara alternatif. Apalagi jika ternyata dekat dengan miqat, maka akan lebih efisien.
"Mobilisasi kedatangan dan kepulangan menjadi lebih mudah-murah, aman-nyaman, saatnya bahu membahu bersama bagi terobosan ini,” ucap dia.
Sementara itu, Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub RI, Capt. M Mauludin mengungkapkan, bandara yang ada saat ini hanya memiliki dua runway dengan kapasitas terbatas.
"Ini hanya mampu menampung ratusan penumpang per jam untuk kelaikudaraan bandara dan terminal haji ini perlu investasi lanjutan," kata dia.
Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sistem Informasi Haji Terpadu (SIHDU), Ramadhan Harisman mengatakan, adanya ketersediaan terminal akan dapat mengurai durasi dan mobilisasi serta meringankan konsentrasi tenaga dan layanan kesehatan yang memadai untuk mendukung kebutuhan medis jamaah haji lansia.
“Sehingga berpotensi mengurangi biaya transportasi, konsumsi dan akomodasi yang pada akhirnya dapat menurunkan biaya dan layanan haji yang lebih efektif dan efisien,” ujar Indra.
“Upaya ini bertujuan menjadikan haji dan umrah yang mudah-murah serta aman-nyaman dengan mengoptimalkan dana umat yang dikelola BPKH saat ini sudah mencapai Rp170 triliun," jelas Indra.[republika]
🌟 Becoming Muslim Entrepreneur – GRATIS! 🌟
Mau bisnis sukses tapi tetap berkah? 🌿
Inilah saatnya kamu mengambil langkah besar menuju perjalanan sebagai pengusaha Muslim yang sukses, inspiratif, dan penuh keberkahan!
Bayangkan kalau bisnis yang kamu bangun tidak hanya menghasilkan profit, tetapi juga menjadi
Kampung Haji Indonesia Di Saudi
Tag :
seobaca
Kampung Haji Indonesia Di Saudi